Berkarya Demi Bangsa

Banyak hal yang tak mampu kita jangkau dari lekuk-lekuk budaya di negeri ini hingga memaksa dengan sekuat tenaga mengais serpihan keindahan yang tersebar

Kehidupan yang menjanjikan kebersamaan

Keluarga nan damai harapan setiap umat meniti hidup penuh semangat menggapai janji tuhan berupa nikmat-nikmat yang tak terhitung. Berkah ialah tujuan utama dari segala yang ada

Menggapai mimpi dengan ilmu terpuji

tahapan demi tahapan terlewati, mencapai puncak tertinggi adalah keinginan sejati haruskah melewati tanjak turun terjal yang dihadapi

Kiprah sosial mewujudkan kearifan

Kepedulian akan kemajuan, hiruk pikuk bangsa dan negara sebagai wadah memperoleh kenyamanan duniawi dengan terhormat serta jalan kebenaran hakiki

Keindahan alam anugerah tuhan

Kemegahan ciptaan sang esa tak terbantahkan saat jari-jemari merasakan sentuhan semilir hawa sukma. Indah dengan bukti nyata di sekililing kita

Jumat, 22 Januari 2016

HASIL KARYA SENI

KERAJINAN BUNGA

CAGAR BUDAYA

Atasi marah pada buah hati







Atasi  marah pada buah hati
Dalam keadaan marah, mama berkata keras sambil berteriak “Ayo nak segera bangun lalu mandi, kalau kamu malas-malasan nanti akan terlambat sekolahnya. Mama gak tanggung jawab ya kalau kamu dimarahin guru gara-gara telat”.
Setiap orang tua pasti pernah mengalami sepenggal cerita diatas. Ketika matahari baru bersinar,di dalam rumah sudah dalam kondisi ribut gara-gara buah hati kita susah dibangunin, malas makan, belum bisa mengurus dirinya sendiri. Orang tua yang sudah harus bersiap menuju ke tempat kerja masih harus merayu dan mengurusi buah hati yang bermalas-malasan. Hal tersebut menyebabkan keadaan menjadi memanas karena kebanyakan orang tua akan berteriak dengan nada keras kepada buah hati. Tak jarang juga akan memarahi buah hati. Dan kejadian tersebut akan selalu berulang seiring anak melakukan hal yang sama.
Tidak hanya persoalan buah hati yang malas tetapi juga ketika buah hati mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, ulah buah hati disekolah dan dirumah yang menyebabkan orang tua menjadi marah. Tidak hanya permasalahan yang sudah disebutkan diatas yang menyebabkan orang tua marah. Tentu ada banyak factor internal dan eksternal yang menyebabkan hal tersebut.
Sebelum kita mengetahui cara mengatasi marah, kita ketahui terlebih dahulu memahami apa sebenarnya pengertian dari marah tersebut. Menurut Chaplin, marah adalah reaksi emosional akut yang timbul kareana sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancman, agresi lahiriyah, pengekangandiri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustasi dan dicirikan kuat oleh reaksi pada sistem otomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian simpatetik, dan secara emplisit disebabkan oleh reaksi seragam, baik yang bersifat somatis atau jasmaniyah maupun yang verbal atau lisan. Sederhananya, Marah merupakan reaksi terhadap sesuatu hambatan yang menyebabkan gagalnya suatu usaha atau perbuatan, biasanya bersamaan dengan berbagai ekspresi perilaku. Marah merupakan pernyataan agresif, perilakunya mengganggu orang yang dimarahi bahkan orang-orang disekitarnya.
Dalam kaitannya dengan cara mengatasi marah pada buah hati, maka ada cara-cara tertentu yang bisa dilakukan oleh orang tua diantaranya :
·         Buatlah aturan di dalam rumah, agar buah hati tahu apa hal yang dapat menyebabkan orang tua marah.
·         Jika buah hati sudah membuat marah, segera diam dan menjaga jarak dengannya. Agar tidak semakin menyulut kemarahan.
·         Tunggu sampai marah kita sudah reda sebelum memberi hukuman atau menasehati, karena jika kita member hukuman atau menasehati anak pada saat marah maka yang adalah pelampiasan kemarahan kita dan anak tidak akan mendengarkan apa yang kita sampaikan karena rasa takut yang lebih dominan.
·         Hindari memberikan kekerasan fisik dan ancaman kepada buah hati.
·         Mengendalikan nada bicara, dalam keadaan marah biasanya orang tua akan meledak-ledak dan mengeluarkan suara keras.
·         Lakukan aktivitas yang membuat kemarahan kita segera mereda.

Pada dasarnya mengekspresikan marah adalah sebuah kebutuhan, agar kita lebih tenang. Orang tua boleh saja memarahi buah hati yang telah melakukan kesalahan, tetapi yang harus dilakukan orang tua agar tidak berdampak negative adalah mengendalikan marah di hadapan buah hati. Karena dampak  dari kemarahan yang meledak-ledak dari orang tua yaitu anak belum tentu akan merubah perilakunya, yang kedua apa yang dilakukan orang tua akan di ikuti oleh buah hati. Karena sesungguhnya anak adalah miniatur orang dewasa. Bagaimana perilaku anak bisa dilihat dari bagaimana perilaku orang tuanya.
Jadi,,, masih marahkah kita kepada anak dengan nada yang keras?? Semoga bermanfaat dan selalu libatkan Allah SWT dalam membimbing buah hati tercinta kita. Salam bahagia…