Atasi marah pada buah hati
Dalam
keadaan marah, mama berkata keras sambil berteriak “Ayo nak segera bangun lalu
mandi, kalau kamu malas-malasan nanti akan terlambat sekolahnya. Mama gak
tanggung jawab ya kalau kamu dimarahin guru gara-gara telat”.
Setiap
orang tua pasti pernah mengalami sepenggal cerita diatas. Ketika matahari baru
bersinar,di dalam rumah sudah dalam kondisi ribut gara-gara buah hati kita
susah dibangunin, malas makan, belum bisa mengurus dirinya sendiri. Orang tua
yang sudah harus bersiap menuju ke tempat kerja masih harus merayu dan
mengurusi buah hati yang bermalas-malasan. Hal tersebut menyebabkan keadaan
menjadi memanas karena kebanyakan orang tua akan berteriak dengan nada keras
kepada buah hati. Tak jarang juga akan memarahi buah hati. Dan kejadian
tersebut akan selalu berulang seiring anak melakukan hal yang sama.
Tidak
hanya persoalan buah hati yang malas tetapi juga ketika buah hati mendapatkan
nilai yang kurang memuaskan, ulah buah hati disekolah dan dirumah yang
menyebabkan orang tua menjadi marah. Tidak hanya permasalahan yang sudah
disebutkan diatas yang menyebabkan orang tua marah. Tentu ada banyak factor
internal dan eksternal yang menyebabkan hal tersebut.
Sebelum
kita mengetahui cara mengatasi marah, kita ketahui terlebih dahulu memahami apa
sebenarnya pengertian dari marah tersebut. Menurut Chaplin, marah adalah reaksi emosional akut yang timbul
kareana sejumlah situasi yang merangsang, termasuk ancman, agresi lahiriyah,
pengekangandiri, serangan lisan, kekecewaan, atau frustasi dan dicirikan kuat
oleh reaksi pada sistem otomik, khususnya oleh reaksi darurat pada bagian
simpatetik, dan secara emplisit disebabkan oleh reaksi seragam, baik yang
bersifat somatis atau jasmaniyah maupun yang verbal atau lisan. Sederhananya, Marah
merupakan reaksi terhadap sesuatu hambatan yang menyebabkan gagalnya suatu
usaha atau perbuatan, biasanya bersamaan dengan berbagai ekspresi perilaku.
Marah merupakan pernyataan agresif, perilakunya mengganggu orang yang dimarahi
bahkan orang-orang disekitarnya.
Dalam
kaitannya dengan cara mengatasi marah pada buah hati, maka ada cara-cara
tertentu yang bisa dilakukan oleh orang tua diantaranya :
·
Buatlah aturan di dalam
rumah, agar buah hati tahu apa hal yang dapat menyebabkan orang tua marah.
·
Jika buah hati sudah
membuat marah, segera diam dan menjaga jarak dengannya. Agar tidak semakin
menyulut kemarahan.
·
Tunggu sampai marah
kita sudah reda sebelum memberi hukuman atau menasehati, karena jika kita
member hukuman atau menasehati anak pada saat marah maka yang adalah
pelampiasan kemarahan kita dan anak tidak akan mendengarkan apa yang kita
sampaikan karena rasa takut yang lebih dominan.
·
Hindari memberikan
kekerasan fisik dan ancaman kepada buah hati.
·
Mengendalikan nada
bicara, dalam keadaan marah biasanya orang tua akan meledak-ledak dan
mengeluarkan suara keras.
·
Lakukan aktivitas yang
membuat kemarahan kita segera mereda.
Pada
dasarnya mengekspresikan marah adalah sebuah kebutuhan, agar kita lebih tenang.
Orang tua boleh saja memarahi buah hati yang telah melakukan kesalahan, tetapi
yang harus dilakukan orang tua agar tidak berdampak negative adalah
mengendalikan marah di hadapan buah hati. Karena dampak dari kemarahan yang meledak-ledak dari orang
tua yaitu anak belum tentu akan merubah perilakunya, yang kedua apa yang
dilakukan orang tua akan di ikuti oleh buah hati. Karena sesungguhnya anak
adalah miniatur orang dewasa. Bagaimana perilaku anak bisa dilihat dari
bagaimana perilaku orang tuanya.
Jadi,,,
masih marahkah kita kepada anak dengan nada yang keras?? Semoga bermanfaat dan
selalu libatkan Allah SWT dalam membimbing buah hati tercinta kita. Salam
bahagia…