A.
Latar
Belakang
Dinamika kebangsaan yangsekarang
terjadi, menjadikan persoalan Negara seakan tiada habisnya. Bahkan kesenjangan
sosial semakin lebar antara kaum borjuis
dan proletar, politik uang dan
plutokrasi dijalankan dengan biasa
seakan menjadi tradisi tatkalah pemilu 2014, oleh para elit dan penylenggara,
tidak heran ketika mereka berlomba-lomba korupsi untuk mengembalikan modal, persoalan
ketidakadilan masih banyak telihat hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul
keatas.Cengkraman kapitalismeglobal seakan sudah sulit untuk dilepaskan dari
ibu pertiwi, rakyat dituntut untuk selalu membelanjakan uang kepada pemilik
modal perampok kekayakan Negara. Bukan hanya membelanjakan tetapi sekarang
dipaksa untuk dapat bersaing dengan
masyarakat ASEAN yang akan masuk kenegara ini dengan istilah MEA (Masyarakat
Ekonomi ASEAN). Maka patut kiranya
istilah ”keuangan maha kuasa” yang pernah disampaikan oleh M Amin Rais masih
melekat di negara ini.akibat persoalan yang lama terus diulang-ulangi hak
rakyat terhadap kesejahtaan yang sepatunya dinikmati semakin berkurang dan
bahkan mengalami kekeringan.UUD 1945 pasal 34 sudah mengamanahkan bahwa fakir miskin
dan anak-anak terlantar menjadi tanggung jawab Negara untuk memanusiakan
manusia yaitu memberikan kesejahtraan kepada mereka.Namun terjadi kontradiktif
dengan relita yang terjadi, bahwa masih banyak rakyat miskin yang hak sosial,
politik dan ekonominya belum diberikan sepenuhnya kepada mereka.
Orang
Fakir Miskin, Anak terlantar, yang tertindas,dalam Islam dikenal istilah mustadh’afin.
Pengertiannya diambil dari kata mustadh’af, yakni kaum lemah atau
dilemahkan, bisa juga kaum yang tertindas dan tidak berdaya.Agama Islam sebagai
rahmatan lilalamin yang dibawa Nabi Muhammadsang revolusioner sejati dan
pembawa risalah, dalam Al-Quran QS. Al-Imran (2:110). memerintakhan umat
terbaik (Khairul Ummah) bagaimana
memerlakukan kaum Musthadh’afin. Mengutipapa
yang disampaikan Asghar
Ali Engineermelihat Islam sebagai agama pembebas dan Muhammad sebagai Nabi
pembebas, telah sukses menjalankan tugas profetiknya membebaskan kaum tertindas
di tanah arab (Abad Badruzaman, 2007:81).Perintah membebaskan diri sendiri juga
telah ditancapkan dalam firman Allah dalam QS. Al-Nisa’ (4: 97). Dalam ayat ini
Tuhan memberikan spirit untuk melawan penindasan sosial.Bahkan Tuhan melihat
bahwa orang yang mempunyai kekuatan, tetapi tidak mau melakukan perlawanan atas
penindasan dianggap sebagai orang zalim (berbuat aniaya).
Sebelum Negara Indonesia lahir
spirit pembebasan sudah dilakukan oleh Muhammadiyah yang dikenal dengan gerakan
dakwah, tajdid dan pencerahan.Inilah pembebasan mustadhafin keindonesiaan yang
diplopori oleh Muhammadiyah pada abad ke 20yang dikenal dengan jiwa teologi
Al-maun.Surat Al-Maun ayat 1-7 mengajarkan bahwa ibadah ritual itu tidak ada
artinya jika pelakunya tidak melakukan amal sosial.Surat ini bahkan menyebut
mereka yang mengabaikan anak yatim dan tak berusaha mengentaskan masyarakat
dari kemiskinan sebagai ‘pendusta agama.KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah
mengajarkan materi ini berhari-hari dan selalu di ulang-ulang kepada muridnya.
Maksud dari itu tidak lain adalah agar tidak hanya memiliki paradigma
teologi teosentris tetapi juga menggunakan teologi antroposentris. Teologi
teosentris lebih berorientasi pada masalah-masalah ritual yang hubungannya
dengan Tuhan, sementara teologi antroposentris lebih berorientasi pada masalah-masalah
sosial yang timbul di tengah masyarakat sekitar.Akhirnya tumbuh kesadaran
berfikir kritis yang akhirnya melakukan praksis gerakan pembebasan disekitar Masyarakat
kraton. Yang diterjemahkan dalam bukunya Abdul Halim Sani yaitu kesadaran profetik
(Kesadaran Paripurna), bukan kesadaran naïf, mistis ataupun kritis yang muncul dalam
diri murid-murid KH Ahmad Dahlan (Abdul Halim Sani,2011:101)
KH Ahmad Dahlan
dan murid-muridnya mempunyai sejarah yang heroik pada masanya.Maka peradaban
sekarang yang memiliki dimensi ruang dan waktu yang berbeda, tentu berbeda
dalam melakukan gerakan dengan melihat kondisi sosial masyarakat kekinian.
Tetapi nilai yang telah dibangun akan tetap relevan dalam lintasan zaman.Kaum
muda Muhammadiyah sekarang yang salah satunya adalah IMM seyogyanya berupaya
melakukan sebuah eksperimentasi pemikiran dalam Muhammadiyah dan Islam
Indonesia. Jika selama ini pemikiran, khususnya teologi Islam dan Muhammadiyah
lebih terfokus pada masalah-masalah ritual simbolik keagamaan (keislaman) atau
bahkan ada yang mengatakan gerakannya stagnan, maka IMM yang lahirnya sudah
menisbatkan sebagai eksponen Muhammadiyah ini mencoba menawarkan format
pemikiran Islam yang lebih segar, lebih baru, sekalipun bisa saja
masalah-masalah yang diangkat merupakan masalah lama, bahkan yang sudah akut.
IMM
secara historis lahirnya telah memiliki cita-cita agung agar terbentuk
akademisi islam yang berakhlak mulia bagi setiap kader IMM. Berakhlak mulia
merupakan bentuk etika islami, maka pembentukan fundamental kader adalah nilai
keagamaan.Nilai keagamaan ini dijadikan fondasi agar nantinya, hasil
transformasi ideologi menghasilkan bentuk kesadaran trensedensi, humanisasi dan
liberasi (pembebasan).Hingga akhirnya Kader IMM
mampu untuk mengejawantahkan nilai ikatan yaitu sebagai problem solving
dari permasalahan bangsa. Maka Ikatan sebagai gerakan mahasiswa islam yang
bergerak dalam bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarkatan harus mampu
tampil sebagai kaum tercerahkan (rausyanfikr). Karenagerakan diaspora
kader Ikatan adalah keniscayaan dalam surat Al-Jumuah:10,
“Apabila
telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan
carilahkarunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”
perintah
ini sangat jelas bahwa Nilai yang telah terintenalisasi dalam diri kader yang
tergambar dalam profil kader ikatan wajib dijawantahkan untuk menyebar mencari
Karunia Allah dengan melakukan gerakan – gerakan pembebasan dan problem solving
bagi bangsa, umat dan persyerikatan. Dalam rangka mencapai masyarakat islam
yang sebenar-benarnya, kesejahtaraan bagi rakyat Indonesia dan beribadah kepada
Allah SWT.
Maka dalam Darul Arqom Madya (DAM)
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah kabupaten Sidoarjo 2014-2015
dilaksanakannya sebagai upaya untuk internalisas, transformasi dan indoktrinasi
nilai IMM kepada diri kader madya agar nantinya mampu melakukan pembebasan
terhadap kaum mustadhafin dengan pendekatan kekinian untuk menjawab persoalan
kebangsaan yang kompleks.
B.
Landasan
Kegiatan
1. Al-Quran
(QS. Al-Maidah : 100) dan As Sunnah
2. Anggaran
Dasar Muhammadiyah
3. Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IMM (AD/ART IMM)
4. Program
Kerja Bidang Kader PC IMM Kabupaten Sidoarjo 2014-2015
5. Keputusan
rapat PC IMM Sidoarjo tanggal 08 September 2014
C.
Nama
Kegiatan
Kegiatan ini bernama : Darul Arqom Madya (DAM)
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sidoarjo.
D.
Tema
Kegiatan
“Transformasi Nilai Ikatan Dalam Mewujudkan
Kesadaran Berfikir Untuk Pembebasan Kaum Mustadhafin”
E.
Tujuan
dan Target Kegiatan
1. Tujuan Kegiatan
a. Melakukan
pengkaderan formal Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Tingkat Madyasebagai proses
kaderisasi kepemimpinan
b. Penguatan
kapasitas, kualitas dan potensi kader sebagai pemimpin bangsa, umat dan
persyerikatan
c. Membentuk
karakter dan kepribadian serta mutu anggota hingga mencapai kualifikasi kader
IMM yang mempunyai wawasan tingkat daerah
d. Penguatan
ideologi IMM dalam membentuk kesadaran kritis progresif kader untuk dinamisasi
gerakan IMM
e. Menciptakan
gerakan pembebasan sosial baru untuk menjawab dinamika keumatan dan kebangsaan
2.
Target
Kegiatan
a. Terbentuknya
kader IMM yang memiliki kapasitas keilmuan dan kepemimpinan yang kuat dan
berkualitas
b. Terbangunnya
nalar kritis dan kepekaan sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
c. Terbentuknya
kader yang siap menjadi pimpinan tingkat cabang
d. Terbentuknya
kader yang mampu berfikir dan bernalar kritis
e. Terciptanya
penguatan nilai IMM dalam problem solving keumatan dan kebangsaan
F.
Waktu
dan Tempat
Kegiatan ini diselenggarakan Insya Allah pada:
Hari/Tanggal :
Senin - Jumat, 22 – 26 Desember 2014
Tempat :
SMA Muhammadiyah 1 Sidoarjo
G.
Materi
1. Filsafat
islam dalam memahami konsep ketauhidan
2. Teologi
Pembebasan Islam sebagai pengjawantahan rahmatan lil alamin
3. Gerakan
Dakwah Muhammadiyah pembebas kaum Mustadhafin
4. Peneguhan
Nilai IMM : Metode Dan Gerakan Pembebasan Kontemporer
5. Rekontruksi
Konsep Berfikir Menuju Kesadaran ParipunaIMM
6. Advokasi
Sebagai Alat Keadilan dan Keberpihakan
7. Rekayasa
Sosial Pembentuk Masyarakat Sejahtera
8. Politik
dan Ekonomi Indonesia di Tengah Kapitalisme Gelobal
H.
Pemateri
1. Kay
Note Speaker : Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, (PP Muhammadiyah)
2. Prof.
Achmad jainuri, MA, PhD (Rektor UMSIDA)
3. Prof.
Zainudin Maliki, M.Si (Ketua Dewan Pendidikan Jatim)
4. Drs.
H. Noer Cholis Huda, M.Si (Koor. Bidang Keder dan SDM PWM Jatim)
5. Nyong
ETIS, M.Fil (Dosen UMSIDA / Aktivis Muda Muhammadiyah)
6. Dr.
Sri Ayu Astuti, M.Hum (Pakar Hukum-Dirjen Dikti)
7. Rifky
Ridho Phalevi, M. Hum (Dosen UMSIDA)
8. Pradana
Boy ZTF, MA (Aktivis JIMM)
9. Adit
Hananta Utama (Wartawan)
I.
Tim
Isntruktur
Korps
Instruktur DPD IMM Jawa Timur
J.
Alur
Logika Pengkaderan
·
Pre Test
·
Instruktur Mengajak
Peserta Brainstorming
·
Instruktur Memberikan
Penjelasan Awal
·
Pemateri Menyampaikan
Sesuai Kisi-kisi Materi
·
Post Test
K.
Pendekatan
1. Sinergogig
2. Andragogig
L.
Metode
Pengkaderan
1. Brainstorming
2. Ceramah
Partispatoris
3. FGD
4. Dinamika
Kelompok
M.
Quota
Peserta
Jumlah
Peserta Kegiatan Sebanyak 35 Peserta masing-masing dari delegasi ;
1. Perwakilan
Pimpinan Komisariat IMM Se Cabang Sidoarjo = 20 Orang
2. Delegasi
Diluar Wilayah Sidoarjo = 15 Orang
N.
Persyaratan
Peserta
·
Persyaratan
Umum
ü Memiliki track record yang baik dalam lkatan.
ü Telah lulus perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) minimal
1 tahun yang disertaidengan bukti Syahadah perkaderan/surat keterangan dari PC
IMM setempat.
ü Mendapat mandat dari pimpinan Pimpinan IMM terkait (PC/DPD) dan dibuktikan dengan suratmandat.
ü Mengisi formulir yang telah disediakan.
ü Bersedia mengikuti acara perkaderan dari awal sampai
selesai
ü Menyerahkan pas photo berwarna. .
ü Mengikuti dan lulus screening test untuk ditetapkan
sebagai peserta Darul ArqomMadya (DAM).
ü Membayar uang
SWO sebesar Rp. 150.000,- dan SWP sebesar Rp. 100.000,-
|
Tahapan
|
Keterangan
|
waktu
|
|
Tahap 1
|
Pendaftaran
|
17 November - 6 Desember 2014
|
|
Tahap 2
|
Pengumpulan Artikel Ilmiah dan Review Buku
|
7 - 9 Desember 2014
|
|
Tahap 3
|
Pengumuman Peserta Lolos
|
12 Desember 2014
|
|
Tahap 4
|
Screnning Peserta
|
|
|
Sidoarjo
|
15 - 17 Desember 2014
|
|
Luar Sidoarjo
|
21 Desember 2014
|
·
Peryaratan Khusus
ü Membuat 2 Karya Tulis :
Ø Artikel Ilmiah dengan Tema (Pilih salah satu) :
1. Filsafat
islam dalam memahami konsep ketauhidan
2. Teologi
Pembebasan Islam sebagai pengjawantahan rahmatan lil alamin
3. Gerakan
Dakwah Muhammadiyah pembebas kaum Musthadafin
4. Peneguhan
Nilai IMM : Metode Dan Gerakan Pembebasan Kontemporer
5. Rekontruksi
Konsep Berfikir Menuju Kesadaran Paripuna IMM
6. Kajian
Advokasi Sebagai Pisau Keadilan dan Keberpihakan
7. Kebijakan
Untuk Rekayasa Sosial Pembentuk Masyarakat Sejahtera
8. Politik
dan Ekonomi Indonesia dalam Kapitalisme Gelobal
ü Review buku dari salah satu buku yang dijadikan
refrensi artikel Ilmiah
Ø Format
penulisan :
Artikel ilmiah ditulis dengan:
Font Arial size 11
spasi 1,5
Minimal 1200 kata
Minimal 3
referensi buku atau jurnal dan diberikan footnote
Ø Review
ditulis dengan:
Font Arial 11
Spasi 1,5
Minimal 750 kata
ü Membawa
Al-Quran Terjemah, Perlengkapan dan Obat-obatan pribadi
Catatan :
§ Semua Persyaratan peserta DAM ((karya tulis ilmiah, surat mandate (scan)
dan syahadah DAD (scan)) diserahkan paling lambat tanggal 8 Desember 2014 di
kirimkan melalui e-mail: pcimmsidoarjo@gmail.com
Contac Person : Ammy Yoga Prajati : 081230758277
Intan Permata Sari : 085645442945
§ Persyaratan lainnya diserahkan pada saat screening test
§ Semua referensi yang digunakan dalam pembuatan karya tulis
ilmiahwajib dibawa pada saat screening test (dalam bentuk hard copy)
§ Ketentuan lulus tidak peserta berdasarkan kelengkapan
persyaratandan keputusan kepanitiaan dan instruktur menjadi mutlak dan
tidakbisa diganggu gugat.
O. Lain – lain
Hal - hal yang belum diatur
dalam proposal ini akan ditetapkan kemudian sesuai dengan kebutuhan.
P. Penutup
Demikian (TOR) Term of Refrence Darul Arqom Madya (DAM) Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sidoarjo ini kami buat, sebagai informasi dari
pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang
berkenan membantu terlaksananya agenda ini.atas perhatiannya kami sampaikan
terima kasih.
Billahi Fii Sabillilhaq Fastabiqul Khairat
Sidoarjo,
9 November 2014
Panitia Pelaksana
Ketua Sekertaris
Ahmad Fadlluloh Intan Permata Sari
Mengetahui,
Ketua Umum Ketua
Umum
DPD IMM Jawa Timur PC IMM Kab Sidoarjo
Najih Prasetyo Fauzan Effendi
FORMULIR PENDAFTARAN
PESERTA
DARUL ARQOM MADYA (DAM)
IMM KABUPATAN SIDOARJO
Nama Lengkap :
Utusan :
Jenis kelamin :
Tempat/ tanggal
lahir :
Alamat :
No tlpn/Hp :
Alamat E-Mail :
Delegasi :
Riwayat Pendidikan:
|
Pendidikan
|
Lulus
Tahun
|
|
SD
|
|
|
|
SMP
|
|
|
|
SMA
|
|
|
|
PT
|
|
|
Pengalaman Organisasi;
Pengkaderan utama IMM
(Utama/Khusus) yang pernah diikuti;
Pengkaderan lain/training yang
pernah diikuti;
Karya tulis yang pernah dimuat
media massa/ dilombakan/ dibukukan
*jika anda adalah editor (bukan penulis) cantumkan tulisan
editor dalam tanda kurung
di kolom judul, contoh : Matinya Demokrasi (editor), Strategi Perkaderan Organisasi Pergerakan dalam Subkultur Industri (penulis)
Bahasa yang Dikuasai
Lokal :
Asing :
Demikianlah Form Pendaftaran ini kami buat sebenar-benarnya
Sidoarjo, 2014
Hormat
Kami,
(.............................................)
*Sebelum dikirimkan, akan lebih baik terlebih dahulu
melakukan pengecekan kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan :
CHECK
LIST KELENGKAPAN PENDAFTARAN CALON PESERTA
|
No.
|
Nama Dokumen
|
Telah dilampirkan?
|
|
1.
|
Syahadah DAD
|
|
|
2.
|
Surat Mandat
PC/DPD IMM Setempat (Scan)
|
|
|
3.
|
Karya Tulis
|
|
|
4.
|
Foto 4 x 6 (2 Lembar)
|
|