Rabu, 26 November 2014

seminar bahaya rokok yang diselenggarakan oleh PIK M UMSIDA



UMSIDA LAKSANAKAN SEMINAR BAHAYA ROKOK


Sidoarjo (26/9) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yakni PIK M (Pusat informasi dan konseling mahasiswa) menyelenggarakan seminar kesehatan tentang bahaya rokok. Acara ini di ikuti oleh sekitar 250 peserta dari mahasiswa Umsida dan di luar Umsida.
Kegiatan ini tercetus atas kerjasama PIK M dengan IISD (Indonesia Institute Social Development) Jakarta. Dalam acara ini mengupas tentang bahaya rokok dari segi kesahatan dan dari segi kebijakan pemerintah. Dari segi kesehatan disampaikan oleh dr. Fitri Sriyani, S.SP yang khusus mengupas tentang bahaya merokok seperti menggangu fungsi otak, menurunkan daya penglihatan, jantung, paru-paru, kanker dan berbagai penyakit mematikan lainnya. Dalam penyampaiannya, di dalam kandungan satu batang rokok mengandung 4000 bahan kimia yang membahayakan tubuh manusia. “Hendaknya mahasiswa tidak mencoba dan berhenti mengkonsumsi rokok, karena banyak efek negatifnya bagi tubuh”, ungkap dokter spesialis Paru dari RSUD Sidoarjo ini.
Dari segi kebijakan pemerintah, terkait aksesi pemerintah terkait FCTC (framework convention tobacco control) atau konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau. Sampai saat ini, pemerintah belum mengaksesi atau menandatangani perjanjian yang telah di buat oleh WHO. Dari 185 negara yang berpartisipasi, sudah ada 179 negara yang meratifikasi FCTC ini. Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang belum mengaksesi FCTC, bersanding dengan negara Andorra, Republik Dominika, Eritrea, Liechtenstein, Malawi, Monako, Somalia, Zimbabwe. Sehingga setiap rapat Conference of the Parties, Indonesia harus duduk dibelakang dan tidak memiliki hak untuk berbicara dan tidak boleh juga diperkenankan memasang bendera merah putih.
“Mahasiswa harus mendorong dan mendukung pemerintah dalam usaha pengendalian tembakau dan rokok. Karena kerugian yang diakibatkan oleh rokok tidak hanya dari segi kesehatan saja tetapi dari segi ekonomi juga mempunyai akibat yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari hasil penelitian yang memperlihatkan pada tahun 2013 kerugian negara sebesar 378,75 triliun yang sebelumnya sekitar 245,41 triliun pada tahun 2010” sebut Abdoel Malik yang juga aktif di Instruktur Pusat IMM.
Dari acara ini diharapkan kalangan mahasiswa mengetahui dampak negatif merokok dan juga mengetahui kebijakan-kebijakan yang pemerintah lakukan, sehingga dari kedua segi ini mampu mewujudkan kesadaran bagi mahasiswa Umsida untuk tidak mengkonsumsi rokok di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Karena asap rokok orang lain (AROL) sangat berbahaya bagi orang-orang disekitar. Di akhir sesi dilaksanakan deklarasi mahasiswa anti rokok yang di ikuti oleh seluruh peserta dan hasilnya akan disosialisasikan di kalangan mahasiswa Umsida. (ulixs)

0 komentar:

Posting Komentar