UMSIDA LAKSANAKAN
SEMINAR BAHAYA ROKOK
Sidoarjo (26/9)
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa
yakni PIK M (Pusat informasi dan konseling mahasiswa) menyelenggarakan seminar
kesehatan tentang bahaya rokok. Acara ini di ikuti oleh sekitar 250 peserta
dari mahasiswa Umsida dan di luar Umsida.
Kegiatan ini tercetus
atas kerjasama PIK M dengan IISD (Indonesia Institute Social Development)
Jakarta. Dalam acara ini mengupas tentang bahaya rokok dari segi kesahatan dan
dari segi kebijakan pemerintah. Dari segi kesehatan disampaikan oleh dr. Fitri
Sriyani, S.SP yang khusus mengupas tentang bahaya merokok seperti menggangu
fungsi otak, menurunkan daya penglihatan, jantung, paru-paru, kanker dan
berbagai penyakit mematikan lainnya. Dalam penyampaiannya, di dalam kandungan
satu batang rokok mengandung 4000 bahan kimia yang membahayakan tubuh manusia. “Hendaknya
mahasiswa tidak mencoba dan berhenti mengkonsumsi rokok, karena banyak efek
negatifnya bagi tubuh”, ungkap dokter spesialis Paru dari RSUD Sidoarjo ini.
Dari segi kebijakan
pemerintah, terkait aksesi pemerintah terkait FCTC (framework convention
tobacco control) atau konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau. Sampai
saat ini, pemerintah belum mengaksesi atau menandatangani perjanjian yang telah
di buat oleh WHO. Dari 185 negara yang berpartisipasi, sudah ada 179 negara
yang meratifikasi FCTC ini. Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia
Tenggara yang belum mengaksesi FCTC, bersanding dengan negara Andorra, Republik
Dominika, Eritrea, Liechtenstein, Malawi, Monako, Somalia, Zimbabwe. Sehingga
setiap rapat Conference of the Parties,
Indonesia harus duduk dibelakang dan tidak memiliki hak untuk berbicara dan
tidak boleh juga diperkenankan memasang bendera merah putih.
“Mahasiswa harus
mendorong dan mendukung pemerintah dalam usaha pengendalian tembakau dan rokok.
Karena kerugian yang diakibatkan oleh rokok tidak hanya dari segi kesehatan
saja tetapi dari segi ekonomi juga mempunyai akibat yang cukup signifikan. Hal
ini terlihat dari hasil penelitian yang memperlihatkan pada tahun 2013 kerugian
negara sebesar 378,75 triliun yang sebelumnya sekitar 245,41 triliun pada tahun
2010” sebut Abdoel Malik yang juga aktif di Instruktur Pusat IMM.
Dari acara ini
diharapkan kalangan mahasiswa mengetahui dampak negatif merokok dan juga
mengetahui kebijakan-kebijakan yang pemerintah lakukan, sehingga dari kedua
segi ini mampu mewujudkan kesadaran bagi mahasiswa Umsida untuk tidak mengkonsumsi
rokok di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Karena asap rokok orang lain
(AROL) sangat berbahaya bagi orang-orang disekitar. Di akhir sesi dilaksanakan
deklarasi mahasiswa anti rokok yang di ikuti oleh seluruh peserta dan hasilnya
akan disosialisasikan di kalangan mahasiswa Umsida. (ulixs)






0 komentar:
Posting Komentar